Cegah DBD dengan Gerakan 3M
Sumbersari, 2025 – Pemerintah Desa Sumbersari bersama kader kesehatan desa rutin melaksanakan kegiatan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kegiatan ini dilakukan dengan cara berkeliling ke rumah-rumah warga untuk memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, seperti bak mandi, talang air, vas bunga, hingga barang bekas yang menampung air hujan.
Edukasi Warga tentang 3M
Selain memantau jentik nyamuk, kader Jumantik juga memberikan sosialisasi gerakan 3M kepada masyarakat, yaitu:
Menguras tempat penampungan air secara rutin.
Menutup rapat wadah air agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air.
Dengan langkah sederhana ini, warga diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumahnya.
Gotong Royong dan Kesadaran Bersama
Kepala Desa Sumbersari menyampaikan bahwa keberhasilan program Jumantik sangat bergantung pada kesadaran dan gotong royong masyarakat. Jika setiap rumah tangga peduli terhadap kebersihan lingkungannya, maka potensi penularan DBD bisa ditekan.
“Jumantik bukan hanya tanggung jawab kader kesehatan, tapi juga seluruh warga. Mari bersama-sama menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan dari bahaya demam berdarah,” ujarnya.
Harapan ke Depan
Dengan kegiatan rutin ini, Desa Sumbersari berharap dapat mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan terbebas dari jentik nyamuk. Program Jumantik juga menjadi bentuk nyata perhatian desa terhadap kesehatan masyarakat, sejalan dengan program pemerintah dalam menekan angka kasus DBD di Indonesia.