1. Latar Belakang dan Komitmen Pemerintah Daerah
Sebagai salah satu program prioritas dalam 100 hari kerja pertama Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin Yazid, Pemkab Jombang meluncurkan inisiatif "Wi‑Fi Rakyat". Tujuannya: menyediakan akses internet gratis di ruang publik pedesaan demi menjembatani kesenjangan digital antar wilayah.
2. Anggaran & Target Cakupan
Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,1 miliar dari APBD 2025 untuk pelaksanaan program ini—mulai pengadaan hingga biaya berlangganan internet hingga akhir tahun. Program ini menargetkan jangkauan ke 302 desa, 4 kelurahan, dan 6 taman kota di Kabupaten Jombang.
3. Mekanisme Partisipatif: Desa sebagai Penentu Lokasi
Penentuan titik pemasangan wifi diserahkan ke masing-masing Pemerintah Desa (Pemdes). Desa memiliki keleluasaan mengusulkan lokasi strategis (misalnya kantor desa atau fasilitas publik lainnya), disampaikan kepada Dinas Kominfo Jombang untuk direalisasikan.Apabila sinyal atau kapasitas awal dianggap kurang memadai, desa bisa mengajukan permintaan peningkatan kapasitas.
4. Progres Persiapan & Proses Pengadaan
Sejak Maret 2025, Diskominfo telah melakukan sosialisasi dan menghimpun seluruh data usulan lokasi dari 302 desa dan 4 kelurahan. im kemudian menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan memulai proses pengadaan melalui e‑katalog. Diharapkan kontrak dengan penyedia dapat ditandatangani dalam waktu singkat, agar pelaksanaan lapangan segera dimulai. Bupati menargetkan agar program ini rampung seluruhnya sebelum akhir Mei 2025, sesuai janji 100 hari kerja.
5. Implementasi & Pencapaian Realisasi
Pada awal Juni 2025, seluruh titik Wi‑Fi Rakyat telah tuntas dipasang dan bisa digunakan masyarakat. Dengan cakupan pada pencapaian 100%, internet gratis kini tersedia di seluruh desa, kelurahan, dan enam taman kota. Pemkab juga menanggung biaya berlangganan hingga akhir tahun. Program ini membawa manfaat konkret terutama bagi desa-daerah yang sebelumnya minim sinyal, seperti Dusun Kedungdendeng di Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan.
6. Dampak Sosial dan Harapan ke Depan
Pendidikan: Siswa di desa dapat mengakses materi digital, bahan ajar daring, dan memperkaya pengalaman belajar. Guru pun mendapat akses pada referensi dan media pembelajaran digital.
UMKM & Ekonomi Lokal: Pelaku usaha mikro dapat memasarkan produk secara online, menjangkau pasar lebih luas.
Administrasi Publik: Pelayanan pemerintahan desa lebih efisien dengan koneksi internet publik di kantor desa.an internet secara bijak: untuk belajar, berkreasi, dan berusaha, bukan menyebarkan informasi negatif atau hoaks.